Skip to main content

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَۚ  ( آلِ عِمْرَان: ٩٦ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
awwala
أَوَّلَ
mula-mula
baytin
بَيْتٍ
rumah
wuḍiʿa
وُضِعَ
diletakkan/dibangun
lilnnāsi
لِلنَّاسِ
bagi manusia
lalladhī
لَلَّذِى
ialah rumah (Baitullah)
bibakkata
بِبَكَّةَ
di Bakkah
mubārakan
مُبَارَكًا
yang diberkahi
wahudan
وَهُدًى
dan menjadi petunjuk
lil'ʿālamīna
لِّلْعَٰلَمِينَ
bagi semesta alam

“'Inna 'Awwala Baytin Wuđi`a Lilnnāsi Lalladhī Bibakkata Mubārakāan Wa Hudan Lil`ālamīna.” (ʾĀl ʿImrān/3:96)

Artinya:

“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (QS. Ali 'Imran: 96)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan kedudukan Masjidilharam dan Kakbah yang Nabi Ibrahim terlibat dalam pembangunannya. Allah menegaskan bahwa sesungguhnya rumah tempat ibadah yang pertama dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah yakni Mekah yang diberkahi dengan banyak kebajikan duniawi maupun ukhrawi secara berkesinambungan dan tiada terputus, dan menjadi petunjuk, yaitu sebagai kiblat dan pusat kegiataan beribadah kepada Allah serta harapan untuk mengunjunginya bagi seluruh alam di masa lampau, sekarang, maupun yang akan datang (Lihat: Surah Ibrahim/14: 37).