Skip to main content

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ  ( ٱلْإِسْرَاء: ١ )

sub'ḥāna
سُبْحَٰنَ
Maha Suci (Allah)
alladhī
ٱلَّذِىٓ
yang
asrā
أَسْرَىٰ
telah memperjalankan
biʿabdihi
بِعَبْدِهِۦ
dengan hamba-Nya
laylan
لَيْلًا
pada suatu malam
mina
مِّنَ
dari
l-masjidi
ٱلْمَسْجِدِ
Masjid
l-ḥarāmi
ٱلْحَرَامِ
Al Haram
ilā
إِلَى
ke
l-masjidi
ٱلْمَسْجِدِ
Masjid
l-aqṣā
ٱلْأَقْصَا
Al Aqsha
alladhī
ٱلَّذِى
yang
bāraknā
بَٰرَكْنَا
Kami berkahi
ḥawlahu
حَوْلَهُۥ
sekelilingnya
linuriyahu
لِنُرِيَهُۥ
untuk Kami perlihatkannya
min
مِنْ
sebagian dari
āyātinā
ءَايَٰتِنَآۚ
tanda-tanda Kami
innahu
إِنَّهُۥ
sesungguhnya Dia
huwa
هُوَ
Dia
l-samīʿu
ٱلسَّمِيعُ
Maha Mendengar
l-baṣīru
ٱلْبَصِيرُ
Maha Melihat

“Subĥāna Al-Ladhī 'Asraá Bi`abdihi Laylāan Mina Al-Masjidi Al-Ĥarāmi 'Ilaá Al-Masjidi Al-'Aqşaá Al-Ladhī Bāraknā Ĥawlahu Linuriyahu Min 'Āyātinā 'Innahu Huwa As-Samī`u Al-Başīru.” (al-ʾIsrāʾ/17:1)

Artinya:

“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” (QS. Al-Isra': 1)

Pada akhir Surah an-Nahl mengandung pesan kepada Nabi Muhammad agar bersabar dan tidak bersedih hati disebabkan tipu daya dan penolakan orang-orang yang menentang dakwahnya. Di saat beliau mengalami kesulitan menghadapi orang-orang kafir yang menolak dakwahnya, ayat pertama dari surah ini menyatakan bahwa beliau mempunyai kedudukan yang mulia di sisi Allah, di mana Allah memperjalankannya dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsha dan memperlihatkan kepadanya tanda-tanda kekuasaan dan kebesaranNya. Ayat pertama ini menyatakan, Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya, yakni Nabi Muhammad, pada malam hari dari Masjidilharam, yang berada di Mekah ke Masjidil Aqsa, yang berada di Palestina, yang telah Kami berkahi sekelilingnya, dengan tanahnya yang subur yang menghasilkan aneka tanaman dan buah-buahan serta menjadi tempat turunnya para nabi, agar kami perlihatkan kepadanya dengan mata kepala atau mata hati sebagian dari tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Kami. Sesungguhnya Dia, yaitu Allah adalah Maha Mendengar perkataan hamba-Nya, Maha Mengetahui tingkah laku dan perbuatannya.