Skip to main content

تِلْكَ اُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُمْ مَّا كَسَبْتُمْ ۚ وَلَا تُسْـَٔلُوْنَ عَمَّا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ  ( ٱلْبَقَرَة: ١٣٤ )

til'ka
تِلْكَ
itulah
ummatun
أُمَّةٌ
umat
qad
قَدْ
sungguh
khalat
خَلَتْۖ
telah lalu
lahā
لَهَا
baginya
مَا
apa
kasabat
كَسَبَتْ
telah ia usahakan
walakum
وَلَكُم
dan bagimu
مَّا
apa
kasabtum
كَسَبْتُمْۖ
sudah kamu usahakan
walā
وَلَا
dan tidak
tus'alūna
تُسْـَٔلُونَ
kamu akan ditanya
ʿammā
عَمَّا
tentang apa
kānū
كَانُوا۟
adalah mereka
yaʿmalūna
يَعْمَلُونَ
mereka kerjakan

“Tilka 'Ummatun Qad Khalat Lahā Mā Kasabat Wa Lakum Mā Kasabtum Wa Lā Tus'alūna `Ammā Kānū Ya`malūna.” (al-Baq̈arah/2:134)

Artinya:

“Itulah umat yang telah lalu. Baginya apa yang telah mereka usahakan dan bagimu apa yang telah kamu usahakan. Dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Al-Baqarah: 134)

Mereka itulah umat yang telah lalu, jauh sebelum kamu, yang tidak kamu saksikan. Mereka berpegang teguh pada wasiat itu, sedangkan kamu, wahai kaum Yahudi, tidak. Oleh karena itu, baginya, yakni para leluhurmu, apa yang telah mereka usahakan berupa keyakinan yang tulus dan bagimu apa yang telah kamu usahakan dengan mengikuti hawa nafsumu. Mereka tidak ditanya tentang apa yang kamu lakukan, dan kamu pun tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang apa yang dahulu mereka kerjakan.