Skip to main content

وَالَّتِيْٓ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَنَفَخْنَا فِيْهَا مِنْ رُّوْحِنَا وَجَعَلْنٰهَا وَابْنَهَآ اٰيَةً لِّلْعٰلَمِيْنَ   ( ٱلْأَنْبِيَاء: ٩١ )

wa-allatī
وَٱلَّتِىٓ
dan perempuan yang
aḥṣanat
أَحْصَنَتْ
ia menjaga/memelihara
farjahā
فَرْجَهَا
kehormatannya
fanafakhnā
فَنَفَخْنَا
lalu Kami tiupkan
fīhā
فِيهَا
didalamnya/kedalamnya
min
مِن
dari
rūḥinā
رُّوحِنَا
ruh Kami
wajaʿalnāhā
وَجَعَلْنَٰهَا
dan Kami jadikan dia
wa-ib'nahā
وَٱبْنَهَآ
dan anaknya
āyatan
ءَايَةً
tanda-tanda
lil'ʿālamīna
لِّلْعَٰلَمِينَ
bagi semesta alam

“Wa A-Atī 'Aĥşanat Farjahā Fanafakhnā Fīhā Min Rūĥinā Wa Ja`alnāhā Wa Abnahā 'Āyatan Lil`ālamīna.” (al-ʾAnbiyāʾ/21:91)

Artinya:

“Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan (roh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya': 91)

Dan ingatlah kisah Maryam, seorang perempuan salehah, yang memelihara kehormatannya dari berbuat zina, bahkan dari sentuhan laki-laki. Lalu Kami tiupkan roh dari Kami ke dalam rahim-nya sehingga ia hamil; dan Kami jadikan dia dan anaknya sejak lahir sebagai tanda kebesaran Allah bagi seluruh alam, karena anak itu lahir tanpa ayah, bisa berbicara sejak bayi dan menyatakan dirinya hamba Allah, serta menjadi nabi dan rasul Allah.