Skip to main content

اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ ۙ  ( ٱلْحَجّ: ٣٩ )

udhina
أُذِنَ
telah diizinkan
lilladhīna
لِلَّذِينَ
bagi orang-orang yang
yuqātalūna
يُقَٰتَلُونَ
(mereka) diperangi
bi-annahum
بِأَنَّهُمْ
karena sesungguhnya mereka
ẓulimū
ظُلِمُوا۟ۚ
mereka dianiaya
wa-inna
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
ʿalā
عَلَىٰ
atas
naṣrihim
نَصْرِهِمْ
menolong mereka
laqadīrun
لَقَدِيرٌ
sungguh Maha Kuasa

“'Udhina Lilladhīna Yuqātalūna Bi'annahum Žulimū Wa 'Inna Allāha `Alaá Naşrihim Laqadīrun.” (al-Ḥajj/22:39)

Artinya:

“Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka dizalimi. Dan sung-guh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu,” (QS. Al-Hajj: 39)

Selama 13 tahun di Mekah Allah membela orang yang beriman dengan menguatkan hati mereka untuk bersabar dalam menghadapi hinaan, boikot, pengusiran dan percobaan pembunuhan yang dilakukan orang-orang kafir. Kini, setelah hijrah ke Madinah, diizinkan kepada orang-orang yang diperangi untuk berperang guna membela diri dan kehormatan agama dalam Perang Badar, karena sesungguhnya mereka dizalimi selama di Mekah. Dan sungguh, Allah Mahakuasa menolong mereka itu pada Perang Badar dengan menurunkan para malaikat untuk mengalahkan orang-orang kafir Mekah.