Skip to main content

قُلْ فَأْتُوْا بِكِتٰبٍ مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ هُوَ اَهْدٰى مِنْهُمَآ اَتَّبِعْهُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ   ( ٱلْقَصَص: ٤٩ )

qul
قُلْ
katakanlah
fatū
فَأْتُوا۟
maka datangkanlah olehmu
bikitābin
بِكِتَٰبٍ
dengan sebuah Kitab
min
مِّنْ
dari
ʿindi
عِندِ
sisi
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
huwa
هُوَ
ia
ahdā
أَهْدَىٰ
lebih memberi petunjuk
min'humā
مِنْهُمَآ
daripada keduanya
attabiʿ'hu
أَتَّبِعْهُ
aku mengikutinya
in
إِن
jika
kuntum
كُنتُمْ
kalian adalah
ṣādiqīna
صَٰدِقِينَ
orang-orang yang benar

“Qul Fa'tū Bikitābin Min `Indi Allāhi Huwa 'Ahdaá Minhumā 'Attabi`hu 'In Kuntum Şādiqīna.” (al-Q̈aṣaṣ/28:49)

Artinya:

“Katakanlah (Muhammad), “Datangkanlah olehmu sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih memberi petunjuk daripada keduanya (Taurat dan Al-Qur'an), niscaya aku mengikutinya, jika kamu orang yang benar.”” (QS. Al-Qasas: 49)

Untuk menyanggah argumentasi mereka, Allah perintahkan kepada Rasul-Nya, katakanlah kepada mereka wahai Nabi Muhammad, “Apabila kamu tidak beriman kepada Taurat dan Al-Qur’an, datangkanlah olehmu, secara sendiri-sendiri atau bersama-sama, sebuah kitab dari sisi Allah yang kitab itu lebih memberi petunjuk daripada keduanya, yakni Taurat dan Al-Qur'an, atau yang semisal dengannya, niscaya aku akan mengikutinya. Lakukanlah jika kamu memang orang yang benar dalam prasangka kamu bahwa apa yang kami datangkan itu adalah sihir.”