Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
لَا
jangan
تَحْسَبَنَّ
kamu mengira
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
يَفْرَحُونَ
(mereka) bergembira
بِمَآ
dengan apa
أَتَوا۟
mereka datangkan/kerjakan
وَّيُحِبُّونَ
dan mereka menyukai
أَن
bahwa
يُحْمَدُوا۟
mereka dipuji
بِمَا
dengan/terhadap apa
لَمْ
tidak/belum
يَفْعَلُوا۟
mereka kerjakan
فَلَا
maka jangan
تَحْسَبَنَّهُم
kamu menyangka
بِمَفَازَةٍ
dengan terlepas
مِّنَ
dari
ٱلْعَذَابِۖ
azab/siksa
وَلَهُمْ
dan bagi mereka
عَذَابٌ
azab/siksa
أَلِيمٌ
yang pedih

Lā Taĥsabanna Al-Ladhīna Yafraĥūna Bimā 'Ataw Wa Yuĥibbūna 'An Yuĥmadū Bimā Lam Yaf`alū Falā Taĥsabannahum Bimafāzatin Mina Al-`Adhābi Wa Lahum `Adhābun 'Alīmun.

Tafsir Bahasa:

Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.

(188) Sifat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang oleh orang mukmin wajib dihindari, yaitu mereka selalu bergembira atas penyelewengan dan pengkhianatan yang dilakukannya. Mereka merasa bangga karena menganggap dirinya adalah tokoh-tokoh masyarakat dan pemimpin-pemimpin yang ditaati. Mereka senang dipuji-puji bahwa mereka mengetahui secara mendalam semua isi Kitab, dan ahli dalam menafsirkannya, padahal mereka itu bukanlah ahlinya. Mereka berbuat demikian untuk mengalihkan perhatian orang-orang banyak dari kebenaran kepada apa yang dikehendaki pembesar-pembesar mereka dan orang awam walaupun salah. Janganlah kaum Muslimin menyangka bahwa Ahli Kitab yang perbuatannya jelek dan mengelabui itu akan terlepas dari siksaan, bahkan mereka merasakan azab yang pedih. Kaum mukminin tidak perlu merasa sedih dan cemas atas penyelewengan mereka, tetapi hendaklah tetap menjelaskan yang hak dan jangan sekali-kali menyembunyikannya sedikit pun. Allah akan memenuhi apa yang menjadi keinginan kaum Muslimin dan melenyapkan hal-hal yang mungkar yang telah dilarang itu.