Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَإِذْ
dan ketika
أَخَذَ
mengambil
ٱللَّهُ
Allah
مِيثَٰقَ
janji
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
أُوتُوا۟
(mereka) diberi
ٱلْكِتَٰبَ
Kitab
لَتُبَيِّنُنَّهُۥ
hendaklah kamu menerangkannya
لِلنَّاسِ
kepada manusia
وَلَا
dan jangan
تَكْتُمُونَهُۥ
kamu menyembunyikannya
فَنَبَذُوهُ
lalu mereka melemparkannya
وَرَآءَ
belakang
ظُهُورِهِمْ
punggung mereka
وَٱشْتَرَوْا۟
dan mereka menukar/membeli
بِهِۦ
dengannya (janji)
ثَمَنًا
harga
قَلِيلًاۖ
sedikit
فَبِئْسَ
maka alangkah buruknya
مَا
apa/barang
يَشْتَرُونَ
mereka tukar/beli

Wa 'Idh 'Akhadha Allāhu Mīthāqa Al-Ladhīna 'Ūtū Al-Kitāba Latubayyinunnahu Lilnnāsi Wa Lā Taktumūnahu Fanabadhūhu Warā'a Žuhūrihim Wa Ashtaraw Bihi Thamanāan Qalīlāan Fabi'sa Mā Yashtarūna.

Tafsir Bahasa:

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), “Hendaklah kamu benar-benar menerangkannya (isi Kitab itu) kepada manusia, dan janganlah kamu menyembunyikannya,” lalu mereka melemparkan (janji itu) ke belakang punggung mereka dan menjualnya dengan harga murah. Maka itu seburuk-buruk jual-beli yang mereka lakukan.

(187) Allah telah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab, yaitu orang-orang Yahudi dan Nasrani dengan perantaraan nabinya masing-masing, bahwa mereka akan menerangkan isi Kitab kepada manusia dengan menjelaskan arti yang terkandung di dalamnya latar belakang diturunkannya dan tidak ada yang disembunyikan. Tetapi apa yang terjadi? Mereka tidak ada perhatian sama sekali tentang janji-janji tersebut, malah mereka melemparkan janji itu ke belakang, menyembunyikan keterangan tentang Nabi Muhammad saw yang jelas tercantum di dalam Kitab mereka, yakni Ulangan xviii.18; "Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya." Sifat-sifat dalam perjanjian lama ini hanya terdapat pada Nabi Muhammad. Bd. Yohanes xv. 26 dan xvi. 7 (lihat juga as-saff/61;6). Mereka menukar rida Allah yang abadi dengan harga dan nilai yang sedikit yaitu kedudukan yang tidak kekal dan merusak. Alangkah keliru dan buruknya penukaran yang mereka lakukan itu.