Skip to main content

وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ   ( فُصِّلَت: ٣٣ )

waman
وَمَنْ
dan siapa
aḥsanu
أَحْسَنُ
lebih baik
qawlan
قَوْلًا
perkataan
mimman
مِّمَّن
daripada orang
daʿā
دَعَآ
dia menyeru
ilā
إِلَى
kepada
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
waʿamila
وَعَمِلَ
dan berbuat
ṣāliḥan
صَٰلِحًا
kebaikan
waqāla
وَقَالَ
dan dia berkata
innanī
إِنَّنِى
sesungguhnya aku
mina
مِنَ
termasuk
l-mus'limīna
ٱلْمُسْلِمِينَ
orang-orang yang berserah diri

“Wa Man 'Aĥsanu Qawlāan Mimman Da`ā 'Ilaá Allāhi Wa `Amila Şāliĥāan Wa Qāla 'Innanī Mina Al-Muslimīna.” (Fuṣṣilat/41:33)

Artinya:

“Dan siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan mengerjakan kebajikan dan berkata, “Sungguh, aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”” (QS. Fussilat: 33)

Setelah ayat-ayat yang lalu menjelaskan penghargaan kepada orang-orang yang istikamah dengan kedatangan malaikat yang membantu mereka, maka ayat-ayat berikut memberikan pujian terhadap orang yang menyeru ke jalan Allah. Dan siapakah yang lebih baik perkataannya di antara manusia, daripada orang yang menyeru kepada Allah agar manusia tidak melakukan kemusyrikan, dan selalu gemar mengerjakan kebajikan dan berkata dengan penuh keyakinan, “Sungguh, aku termasuk ke dalam kelompok orang-orang muslim yang berserah diri?”