Skip to main content

اَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُوْنَۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ ࣖ   ( ٱلْمَائِدَة: ٥٠ )

afaḥuk'ma
أَفَحُكْمَ
apakah hukum
l-jāhiliyati
ٱلْجَٰهِلِيَّةِ
Jahiliyah
yabghūna
يَبْغُونَۚ
mereka kehendaki
waman
وَمَنْ
dan siapakah
aḥsanu
أَحْسَنُ
lebih baik
mina
مِنَ
dari
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
ḥuk'man
حُكْمًا
hukumNya
liqawmin
لِّقَوْمٍ
bagi kaum
yūqinūna
يُوقِنُونَ
mereka yakin

“'Afaĥukma Al-Jāhilīyati Yabghūna Wa Man 'Aĥsanu Mina Allāhi Ĥukmāan Liqawmin Yūqinūna.” (al-Māʾidah/5:50)

Artinya:

“Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?” (QS. Al-Ma'idah: 50)

Apakah keinginan yang tidak sesuai dengan ajaran Allah itu karena mereka ingin kembali pada hukum Jahiliah yang mereka kehendaki? Sesungguhnya hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum yang telah ditetapkan Allah, yaitu yang telah disyariatkan bagi orang-orang yang benar-benar beriman dan yang meyakini agama-nya?