Skip to main content

فَعَتَوْا عَنْ اَمْرِ رَبِّهِمْ فَاَخَذَتْهُمُ الصّٰعِقَةُ وَهُمْ يَنْظُرُوْنَ  ( ٱلذَّارِيَات: ٤٤ )

faʿataw
فَعَتَوْا۟
maka mereka angkuh
ʿan
عَنْ
dari
amri
أَمْرِ
perintah
rabbihim
رَبِّهِمْ
Tuhan mereka
fa-akhadhathumu
فَأَخَذَتْهُمُ
maka menyambar
l-ṣāʿiqatu
ٱلصَّٰعِقَةُ
petir
wahum
وَهُمْ
sedang mereka
yanẓurūna
يَنظُرُونَ
mereka melihat

“Fa`ataw `An 'Amri Rabbihim Fa'akhadhat/hum Aş-Şā`iqatu Wa Hum Yanžurūna.” (aḏ-Ḏāriyāt/51:44)

Artinya:

“Lalu mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.” (QS. Az-Zariyat: 44)

Lalu mereka berlaku angkuh dan ingkar terhadap perintah Tuhannya. Mereka bahkan menyembelih unta betina mukjizat Nabi Saleh. Akibat kedurhakaan ini maka mereka disambar oleh petir yang datang dari arah awan hitam. Mereka binasa karenanya, sedang mereka saat itu melihatnya sendiri saat azab itu menimpa.