Skip to main content

بَلْ بَدَا لَهُمْ مَّا كَانُوْا يُخْفُوْنَ مِنْ قَبْلُ ۗوَلَوْ رُدُّوْا لَعَادُوْا لِمَا نُهُوْا عَنْهُ وَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ٢٨ )

bal
بَلْ
bahkan
badā
بَدَا
telah nyata
lahum
لَهُم
bagi mereka
مَّا
apa yang
kānū
كَانُوا۟
mereka adalah
yukh'fūna
يُخْفُونَ
mereka sembunyikan
min
مِن
dari
qablu
قَبْلُۖ
sebelumnya/dahulu
walaw
وَلَوْ
dan sekiranya
ruddū
رُدُّوا۟
mereka dikembalikan
laʿādū
لَعَادُوا۟
tentu mereka kembali
limā
لِمَا
kepada apa
nuhū
نُهُوا۟
mereka dilarang
ʿanhu
عَنْهُ
daripadanya
wa-innahum
وَإِنَّهُمْ
dan sesungguhnya mereka
lakādhibūna
لَكَٰذِبُونَ
sungguh pendusta-pendusta

“Bal Badā Lahum Mā Kānū Yukhfūna Min Qablu Wa Law Ruddū La`ādū Limā Nuhū `Anhu Wa 'Innahum Lakādhibūna.” (al-ʾAnʿām/6:28)

Artinya:

“Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata kejahatan yang mereka sembunyikan dahulu. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, tentu mereka akan mengulang kembali apa yang telah dilarang mengerjakannya. Mereka itu sungguh pendusta.” (QS. Al-An'am: 28)

Nurani mereka ingin kembali ke dunia untuk menjadi orang beriman, tetapi sebenarnya bagi mereka telah nyata kejahatan, yaitu penolakan dan kekufuran mereka terhadap ajakan Rasulullah yang mereka sembunyikan dahulu dalam lubuk hati mereka. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia, suatu angan-angan yang tidak mungkin terjadi, tentu mereka akan mengulang kembali kekufuran, kemusyrikan, dan kemunafikan yang telah dilarang oleh Allah mengerjakannya. Mereka itu kenyataannya sungguh pendusta terhadap diri mereka sendiri.