Skip to main content

وَهُوَ الَّذِيْٓ اَنْشَاَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّاحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَّمُسْتَوْدَعٌ ۗقَدْ فَصَّلْنَا الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّفْقَهُوْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ٩٨ )

wahuwa
وَهُوَ
dan Dia
alladhī
ٱلَّذِىٓ
yang
ansha-akum
أَنشَأَكُم
menciptakan kamu
min
مِّن
dari
nafsin
نَّفْسٍ
jiwa/diri
wāḥidatin
وَٰحِدَةٍ
satu/seorang
famus'taqarrun
فَمُسْتَقَرٌّ
maka tempat tetap
wamus'tawdaʿun
وَمُسْتَوْدَعٌۗ
dan tempat simpanan
qad
قَدْ
sesungguhnya
faṣṣalnā
فَصَّلْنَا
Kami telah menjelaskan
l-āyāti
ٱلْءَايَٰتِ
ayat-ayat/tanda-tanda
liqawmin
لِقَوْمٍ
bagi kaum/orang-orang
yafqahūna
يَفْقَهُونَ
mereka yang memahami

“Wa Huwa Al-Ladhī 'Ansha'akum Min Nafsin Wāĥidatin Famustaqarrun Wa Mustawda`un Qad Faşşalnā Al-'Āyāti Liqawmin Yafqahūn.” (al-ʾAnʿām/6:98)

Artinya:

“Dan Dialah yang menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), maka (bagimu) ada tempat menetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS. Al-An'am: 98)

Aneka makhluk telah diuraikan, baik yang berada di langit maupun di bumi, berikutnya dijelaskan kembali tentang makhluk yang paling dimuliakan Allah, yaitu manusia. Dan Dialah yang menciptakan kamu, wahai umat manusia, dari diri yang satu, yakni Adam, yang melalui istrinya kamu berkembang biak, maka bagimu ada tempat menetap dan juga tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan dengan aneka macam cara dan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.