Skip to main content

فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِيْۤـَٔتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ   ( ٱلْمُلْك: ٢٧ )

falammā
فَلَمَّا
maka ketika
ra-awhu
رَأَوْهُ
mereka melihatnya (azab)
zul'fatan
زُلْفَةً
dekat
sīat
سِيٓـَٔتْ
menjadi buruk/jelek
wujūhu
وُجُوهُ
muka-muka
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
kafarū
كَفَرُوا۟
kafir/ingkar
waqīla
وَقِيلَ
dan dikatakan
hādhā
هَٰذَا
ini
alladhī
ٱلَّذِى
yang
kuntum
كُنتُم
kalian adalah
bihi
بِهِۦ
dengannya
taddaʿūna
تَدَّعُونَ
kamu meminta

“Falammā Ra'awhu Zulfatan Sī'at Wujūhu Al-Ladhīna Kafarū Wa Qīla Hādhā Al-Ladhī Kuntum Bihi Tadda`ūna.” (al-Mulk/67:27)

Artinya:

“Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulunya kamu minta.”” (QS. Al-Mulk: 27)

Keadaan kaum musyrik yang mengolok kedatangan Kiamat dan mendurhakai Allah digambarkan dalam ayat ini. Maka ketika mereka melihat azab yang mereka dustakan itu sudah dekat kehadirannya yaitu pada hari Kiamat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan kepada mereka, “Inilah azab yang dahulunya selalu kamu minta untuk disegerakan.”