Skip to main content

ثُمَّ فِيْ سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُوْنَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوْهُۗ  ( ٱلْحَاقَّة: ٣٢ )

thumma
ثُمَّ
kemudian
فِى
pada
sil'silatin
سِلْسِلَةٍ
rantai
dharʿuhā
ذَرْعُهَا
hastanya/panjangnya
sabʿūna
سَبْعُونَ
tujuh puluh
dhirāʿan
ذِرَاعًا
hasta
fa-us'lukūhu
فَٱسْلُكُوهُ
maka masukkan/belitkan

“Thumma Fī Silsilatin Dhar`uhā Sab`ūna Dhirā`āan Fāslukūhu.” (al-Ḥāq̈q̈ah/69:32)

Artinya:

“Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.” (QS. Al-Haqqah: 32)

Siksaan itu tidak hanya sampai di situ, Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta maksudnya rantai yang sangat panjang."