Skip to main content

فَاِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِى الْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِمْ مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ   ( ٱلْأَنْفَال: ٥٧ )

fa-immā
فَإِمَّا
maka jika
tathqafannahum
تَثْقَفَنَّهُمْ
kamu menemui mereka
فِى
dalam
l-ḥarbi
ٱلْحَرْبِ
peperangan
fasharrid
فَشَرِّدْ
maka cerai-beraikanlah
bihim
بِهِم
dengan mereka
man
مَّنْ
orang
khalfahum
خَلْفَهُمْ
dibelakang mereka
laʿallahum
لَعَلَّهُمْ
supaya mereka
yadhakkarūna
يَذَّكَّرُونَ
mereka mengambil pelajaran

“Fa'immā Tathqafannahum Fī Al-Ĥarbi Fasharrid Bihim Man Khalfahum La`allahum Yadhdhakkarūna.” (al-ʾAnfāl/8:57)

Artinya:

“Maka jika engkau (Muhammad) mengungguli mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka dengan (menumpas) mereka, agar mereka mengambil pelajaran.” (QS. Al-Anfal: 57)

Karena itu, maka jika engkau, wahai Nabi Muhammad, berkesempatan mendapati bahkan mengungguli mereka, yakni Yahudi Bani Quraizah yang telah berjanji untuk tidak membantu kaum musyrik pada Perang Badar ternyata mereka merusak perjanjian itu, dalam peperangan yang lain, maka cerai-beraikanlah mereka dan orang-orang yang di belakang mereka dengan menumpasnya, agar mereka mengambil pelajaran melalui hukuman itu sehingga tidak merusak perjanjian lagi. Rangkaian ayat di atas, meski terkait dengan Yahudi Bani Quraizah, juga pelajaran sekaligus peringatan bagi siapa saja yang merusak perjanjian. Artinya, siapa pun yang merusak perjanjian sesungguhnya ia patut memperoleh laknat Allah.