Skip to main content

فَهَلْ يَنْتَظِرُوْنَ اِلَّا مِثْلَ اَيَّامِ الَّذِيْنَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِهِمْۗ قُلْ فَانْتَظِرُوْٓا اِنِّيْ مَعَكُمْ مِّنَ الْمُنْتَظِرِيْنَ   ( يُونُس: ١٠٢ )

fahal
فَهَلْ
maka tidak
yantaẓirūna
يَنتَظِرُونَ
mereka menunggu-nunggu
illā
إِلَّا
kecuali
mith'la
مِثْلَ
sama
ayyāmi
أَيَّامِ
hari
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
khalaw
خَلَوْا۟
sebelum
min
مِن
dari
qablihim
قَبْلِهِمْۚ
sebelum mereka
qul
قُلْ
katakanlah
fa-intaẓirū
فَٱنتَظِرُوٓا۟
maka tunggulah
innī
إِنِّى
sesungguhnya aku
maʿakum
مَعَكُم
beserta kamu
mina
مِّنَ
dari/termasuk
l-muntaẓirīna
ٱلْمُنتَظِرِينَ
orang-orang yang menunggu

“Fahal Yantažirūna 'Illā Mithla 'Ayyāmi Al-Ladhīna Khalaw Min Qablihim Qul Fāntažirū 'Innī Ma`akum Mina Al-Muntažirīna.” (al-Yūnus/10:102)

Artinya:

“Maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, “Maka tunggulah, aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu.”” (QS. Yunus: 102)

Kalau keberadaan tanda-tanda kebesaran Allah di langit dan di bumi serta diutusnya para rasul tidak juga menjadikan mereka beriman, maka mereka tidak menunggu-nunggu kecuali kejadian-kejadian yang sama dengan kejadian-kejadian masa lalu, yakni azab yang menimpa orang-orang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad "Maka tunggulah kedatangan azab itu, sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu bersama kamu untuk menyaksikan ketetapan Allah itu menimpa kamu."