Skip to main content

وَلَا يَحْزُنْكَ قَوْلُهُمْۘ اِنَّ الْعِزَّةَ لِلّٰهِ جَمِيْعًاۗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ  ( يُونُس: ٦٥ )

walā
وَلَا
dan jangan
yaḥzunka
يَحْزُنكَ
menyedihkan kamu
qawluhum
قَوْلُهُمْۘ
perkataan mereka
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-ʿizata
ٱلْعِزَّةَ
kemuliaan/kekuasaan
lillahi
لِلَّهِ
kepunyaan Allah
jamīʿan
جَمِيعًاۚ
seluruhnya
huwa
هُوَ
Dia
l-samīʿu
ٱلسَّمِيعُ
Maha Mendengar
l-ʿalīmu
ٱلْعَلِيمُ
Maha Mengetahui

“Wa Lā Yaĥzunka Qawluhum 'Inna Al-`Izzata Lillāhi Jamī`āan Huwa As-Samī`u Al-`Alīmu.” (al-Yūnus/10:65)

Artinya:

“Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Yunus: 65)

Setelah dijelaskan bahwa wali-wali Allah akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat, lalu Allah berfirman: Dan janganlah engkau wahai Nabi Muhammad merasa sedih oleh perkataan mereka yang kafir kepada Allah, seperti engkau dikatakan pembohong, penyair dan lain-lain. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar apapun yang mereka katakan, Maha Mengetahui apa pun yang mereka kerjakan.