Skip to main content

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ  ( ٱلْإِخْلَاص: ٣ )

lam
لَمْ
tidak
yalid
يَلِدْ
beranak
walam
وَلَمْ
dan tidak
yūlad
يُولَدْ
diperanakkan

“Lam Yalid Wa Lam Yūlad.” (al-ʾIkhlāṣ/112:3)

Artinya:

“(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.” (QS. Al-Ikhlas: 3)

Dia tidak beranak; tidak ada yang sejenis dengan Allah sehingga bisa menikah dengan-Nya dan melahirkan anak; dan Dia tidak pula diperanakkan karena Dia kekal dan tidak bermula. Sesatlah orang Yahudi yang meyakini ‘Uzair sebagai putra Allah, orang Nasrani yang meyakini Nabi Isa sebagai putra Allah, dan orang musyrik Arab yang meyakini malaikat sebagai putri Allah.