Skip to main content

اِلٰهُكُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ ۚفَالَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ قُلُوْبُهُمْ مُّنْكِرَةٌ وَّهُمْ مُّسْتَكْبِرُوْنَ   ( ٱلنَّحْل: ٢٢ )

ilāhukum
إِلَٰهُكُمْ
Tuhanmu
ilāhun
إِلَٰهٌ
Tuhan
wāḥidun
وَٰحِدٌۚ
Maha Esa
fa-alladhīna
فَٱلَّذِينَ
maka orang-orang yang
لَا
tidak
yu'minūna
يُؤْمِنُونَ
mereka beriman
bil-ākhirati
بِٱلْءَاخِرَةِ
dengan hari akhir
qulūbuhum
قُلُوبُهُم
hati mereka
munkiratun
مُّنكِرَةٌ
mengingkari
wahum
وَهُم
dan mereka
mus'takbirūna
مُّسْتَكْبِرُونَ
orang-orang yang sombong

“'Ilahukum 'Ilahun Wāĥidun Fa-Al-Ladhīna Lā Yu'uminūna Bil-'Ākhirati Qulūbuhum Munkiratun Wa Hum Mustakbirūna.” (an-Naḥl/16:22)

Artinya:

“Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Maka orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang yang sombong.” (QS. An-Nahl: 22)

Setelah menjabarkan bukti-bukti keesaan dan kekuasaan-Nya di langit dan bumi, Allah lalu menegaskan pada ayat ini bahwa Tuhan yang seharusnya kamu sembah adalah Tuhan Yang Maha Esa dalam zat, sifat, dan perbuatan-Nya. Jika demikian maka tidak ada alasan bagi orang yang menyaksikan bukti-bukti tersebut untuk tidak beriman kepada Allah dan hari akhirat. Hati mereka yang tidak beriman mengingkari hakikat-hakikat kebenaran tentang keesaan Allah, dan mereka adalah orang yang sangat sombong karena mendustakan risalah Nabi Muhammad.