Skip to main content

وَّكَانَ لَهٗ ثَمَرٌۚ فَقَالَ لِصَاحِبِهٖ وَهُوَ يُحَاوِرُهٗٓ اَنَا۠ اَكْثَرُ مِنْكَ مَالًا وَّاَعَزُّ نَفَرًا  ( ٱلْكَهْف: ٣٤ )

wakāna
وَكَانَ
dan adalah dia
lahu
لَهُۥ
baginya
thamarun
ثَمَرٌ
buah-buahan
faqāla
فَقَالَ
maka/lalu dia berkata
liṣāḥibihi
لِصَٰحِبِهِۦ
kepada kawannya
wahuwa
وَهُوَ
dan dia
yuḥāwiruhu
يُحَاوِرُهُۥٓ
bercakap-cakap dengannya
anā
أَنَا۠
aku
aktharu
أَكْثَرُ
lebih banyak
minka
مِنكَ
daripada kamu
mālan
مَالًا
harta
wa-aʿazzu
وَأَعَزُّ
dan lebih gagah
nafaran
نَفَرًا
golongan/pengikut

“Wa Kāna Lahu Thamarun Faqāla Lişāĥibihi Wa Huwa Yuĥāwiruhu 'Anā 'Aktharu Minka Mālāan Wa 'A`azzu Nafarāan.” (al-Kahf/18:34)

Artinya:

“dan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-cakap dengan dia, “Hartaku lebih banyak daripada hartamu dan pengikutku lebih kuat.”” (QS. Al-Kahf: 34)

Dan selain kebun-kebun itu yang dimilikinya, dia juga memiliki kekayaan besar, seperti emas, perak dan kekayaan lainnya yang berlimpahlimpah sehingga membuat dirinya angkuh, maka dia berkata kepada temannya yang beriman ketika bercakap-cakap dengan dia, Hartaku lebih banyak daripada hartamu yang terdiri dari kebun-kebun dan kekayaan lainnya sebagaimana engkau lihat, dan pengikutku, yakni anak-anakku, keluargaku dan pembantuku lebih kuat daripada pengikutmu, mereka pasti akan membantu dan menolongku kapan saja.