Skip to main content

كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ اٰتَتْ اُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِّنْهُ شَيْـًٔاۙ وَّفَجَّرْنَا خِلٰلَهُمَا نَهَرًاۙ   ( ٱلْكَهْف: ٣٣ )

kil'tā
كِلْتَا
itu kedua
l-janatayni
ٱلْجَنَّتَيْنِ
kedua kebun
ātat
ءَاتَتْ
mendatangkan/menghasilkan
ukulahā
أُكُلَهَا
makanannya/buahnya
walam
وَلَمْ
dan tidak
taẓlim
تَظْلِم
aniaya/berkurang
min'hu
مِّنْهُ
daripadanya
shayan
شَيْـًٔاۚ
sesuatu/sedikitpun
wafajjarnā
وَفَجَّرْنَا
dan Kami pancarkan
khilālahumā
خِلَٰلَهُمَا
sela-sela keduanya
naharan
نَهَرًا
sungai

“Kiltā Al-Jannatayni 'Ātat 'Ukulahā Wa Lam Tažlim Minhu Shay'āan Wa Fajjarnā Khilālahumā Naharāan.” (al-Kahf/18:33)

Artinya:

“Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun, dan di celah-celah kedua kebun itu Kami alirkan sungai,” (QS. Al-Kahf: 33)

Kedua kebun itu menghasilkan buahnya yang banyak, dan ia tidak menzalimi pemiliknya sedikit pun, tidak pernah berkurang buahnya sepanjang masa dan Kami mengalirkan sungai di celah-celah keduanya untuk menambah keindahannya.