Skip to main content

يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَاَنِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعٰلَمِيْنَ  ( ٱلْبَقَرَة: ٤٧ )

yābanī
يَٰبَنِىٓ
Wahai keturunan
is'rāīla
إِسْرَٰٓءِيلَ
Israil
udh'kurū
ٱذْكُرُوا۟
ingatlah
niʿ'matiya
نِعْمَتِىَ
nikmatKu
allatī
ٱلَّتِىٓ
yang
anʿamtu
أَنْعَمْتُ
telah Aku anugerahkan
ʿalaykum
عَلَيْكُمْ
atas kalian
wa-annī
وَأَنِّى
dan bahwasanya Aku
faḍḍaltukum
فَضَّلْتُكُمْ
Aku telah melebihkan kalian
ʿalā
عَلَى
atas
l-ʿālamīna
ٱلْعَٰلَمِينَ
seluruh umat

“Yā Banī 'Isrā'īla Adhkurū Ni`matī Allatī 'An`amtu `Alaykum Wa 'Annī Fađđaltukum `Alaá Al-`Ālamīna.” (al-Baq̈arah/2:47)

Artinya:

“Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini (pada masa itu).” (QS. Al-Baqarah: 47)

Pada ayat ini, Allah kembali mengingatkan Bani Israil tentang nikmat-Nya agar lebih mendorong mereka untuk bersyukur. Wahai Bani Israil! Ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu dan nenek moyang kamu, dan Aku telah melebihkan kamu dari semua umat yang lain di alam ini yang memiliki peradaban maju seperti bangsa Mesir atau penduduk Palestina pada masa itu. Allah memanggil mereka dengan panggilan "Bani Israi"l untuk mengingatkan bahwa pada masa nenek moyang merekalah terdapat kelebihan yang dianugerahkan Allah kepada bangsa ini. Allah mengingatkan mereka agar mensyukuri nikmat itu antara lain dengan mempercayai datangnya Nabi yang telah diberitakan di dalam kitab sucinya.