Skip to main content

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّنْ لِّسَانِيْ ۙ  ( طه: ٢٧ )

wa-uḥ'lul
وَٱحْلُلْ
dan lepaskan
ʿuq'datan
عُقْدَةً
ikatan
min
مِّن
dari
lisānī
لِّسَانِى
lisanku

“Wa Aĥlul `Uqdatan Min Lisānī.” (Ṭāʾ Hāʾ/20:27)

Artinya:

“dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,” (QS. Taha: 27)

Nabi Musa menyadari betapa berat tugas yang Allah amanahkan kepadanya. Dia memohon kepada-Nya seraya berkata, “Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku sehingga jiwaku mampu menanggung tantangan tugasku, dan mudahkanlah untukku urusanku sehingga dakwahku tidak menemui kesulitan, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku yang menghalangi kelancaranku dalam menyampaikan pesan-Mu agar mereka mengerti perkataanku dengan baik. ”