Skip to main content

وَمِنَ الشَّيٰطِيْنِ مَنْ يَّغُوْصُوْنَ لَهٗ وَيَعْمَلُوْنَ عَمَلًا دُوْنَ ذٰلِكَۚ وَكُنَّا لَهُمْ حٰفِظِيْنَ ۙ  ( ٱلْأَنْبِيَاء: ٨٢ )

wamina
وَمِنَ
dan dari
l-shayāṭīni
ٱلشَّيَٰطِينِ
syaitan-syaitan
man
مَن
orang
yaghūṣūna
يَغُوصُونَ
mereka menyelam
lahu
لَهُۥ
untuknya
wayaʿmalūna
وَيَعْمَلُونَ
dan mereka mengerjakan
ʿamalan
عَمَلًا
pekerjaan
dūna
دُونَ
bukan
dhālika
ذَٰلِكَۖ
demikian
wakunnā
وَكُنَّا
dan adalah Kami
lahum
لَهُمْ
kepada mereka
ḥāfiẓīna
حَٰفِظِينَ
memelihara/menjaga

“Wa Mina Ash-Shayāţīni Man Yaghūşūna Lahu Wa Ya`malūna `Amalāan Dūna Dhālika Wa Kunnā Lahum Ĥāfižīna.” (al-ʾAnbiyāʾ/21:82)

Artinya:

“Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu.” (QS. Al-Anbiya': 82)

Dan Kami tundukkan untuk Sulaiman sebagai anugerah dan fasilitas, angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya dengan hembusan yang keras dan kencang atau pun lunak dan lambat ke negeri yang Kami beri berkah padanya sebagai moda transportasi Sulaiman dari kota yang satu ke kota lainnya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun tersembunyi. Dan Kami tundukkan pula kepada Sulaiman segolongan setan-setan yang menyelam ke dasar laut untuk mengambil sesuatu yang diperlukan-nya. Dan mereka, setan-setan yang menjadi pelayan Nabi Sulaiman itu mengerjakan pekerjaan selain itu seperti mendirikan bangunan dan membuat kolam raksasa; dan Kami yang memelihara mereka agar setan-setan itu tidak merusak dan tidak bermain-main dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.