Skip to main content

اِنَّ رَبَّكَ يَقْضِيْ بَيْنَهُمْ بِحُكْمِهٖۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْعَلِيْمُۚ   ( ٱلنَّمْل: ٧٨ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
rabbaka
رَبَّكَ
Tuhanmu
yaqḍī
يَقْضِى
akan memutuskan
baynahum
بَيْنَهُم
diantara mereka
biḥuk'mihi
بِحُكْمِهِۦۚ
dengan hukum-Nya
wahuwa
وَهُوَ
dan Dia
l-ʿazīzu
ٱلْعَزِيزُ
Maha Perkasa
l-ʿalīmu
ٱلْعَلِيمُ
Maha Mengetahui

“'Inna Rabbaka Yaqđī Baynahum Biĥukmihi Wa Huwa Al-`Azīzu Al-`Alīmu.” (an-Naml/27:78)

Artinya:

“Sungguh, Tuhanmu akan menyelesaikan (perkara) di antara mereka dengan hukum-Nya, dan Dia Mahaperkasa, Maha Mengetahui.” (QS. An-Naml: 78)

Perselisihan itu diakhiri dengan datangnya putusan Tuhan. Sungguh, Tuhan Pemelihara-mu, wahai Nabi Muhammad yang akan menyelesaikan perkara yang diperselisihkan di antara mereka dengan hukum-Nya yang selalu bersifat adil dan bijaksana, dan Dia Mahaperkasa yang tidak seorang pun dapat menolak putusan-Nya, serta Maha Mengetahui yang tidak samar bagi-Nya antara kebenaran dan kebatilan.