Skip to main content

وَيَوْمَ نَحْشُرُ مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ فَوْجًا مِّمَّنْ يُّكَذِّبُ بِاٰيٰتِنَا فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ   ( ٱلنَّمْل: ٨٣ )

wayawma
وَيَوْمَ
dan pada hari itu
naḥshuru
نَحْشُرُ
Kami kumpulkan
min
مِن
dari
kulli
كُلِّ
tiap-tiap
ummatin
أُمَّةٍ
ummat
fawjan
فَوْجًا
segolongan
mimman
مِّمَّن
dari orang-orang
yukadhibu
يُكَذِّبُ
mereka mendustakan
biāyātinā
بِـَٔايَٰتِنَا
dengan ayat-ayat Kami
fahum
فَهُمْ
lalu mereka
yūzaʿūna
يُوزَعُونَ
mereka dibagi-bagi

“Wa Yawma Naĥshuru Min Kulli 'Ummatin Fawjāan Mimman Yukadhdhibu Bi'āyātinā Fahum Yūza`ūna.” (an-Naml/27:83)

Artinya:

“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami mengumpulkan dari setiap umat, segolongan orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, lalu mereka dibagi-bagi (dalam kelompok-kelompok).” (QS. An-Naml: 83)

Setelah keluar dâbbah, terjadilah Kiamat dengan kejadian yang diurai di sini. Dan ingatlah, wahai Nabi Muhammad, pada hari ketika Kami mengumpulkan dari setiap umat, suka atau tidak suka, segolongan orang yang selalu mendustakan ayat-ayat Kami, baik yang terhampar di alam raya maupun yang terbaca dalam kitab suci, lalu mereka dibagi-bagi dalam kelompok-kelompok. Mereka itu adalah para pembesar yang menjadi panutan. Mereka akan digiring di depan pengikut mereka untuk dimintakan pertanggungjawaban dan mendapatkan pembalasan.