Skip to main content

وَلَمَّا بَلَغَ اَشُدَّهٗ وَاسْتَوٰىٓ اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًاۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ   ( ٱلْقَصَص: ١٤ )

walammā
وَلَمَّا
dan setelah
balagha
بَلَغَ
(Musa) sampai
ashuddahu
أَشُدَّهُۥ
umurnya/dewasanya
wa-is'tawā
وَٱسْتَوَىٰٓ
dan dia telah sempurna
ātaynāhu
ءَاتَيْنَٰهُ
Kami berikan kepadanya
ḥuk'man
حُكْمًا
hikmah
waʿil'man
وَعِلْمًاۚ
dan ilmu
wakadhālika
وَكَذَٰلِكَ
dan demikianlah
najzī
نَجْزِى
Kami memberi balasan
l-muḥ'sinīna
ٱلْمُحْسِنِينَ
orang-orang yang berbuat baik

“Wa Lammā Balagha 'Ashuddahu Wa Astawaá 'Ātaynāhu Ĥukmāan Wa `Ilmāan Wa Kadhalika Najzī Al-Muĥsinīna.” (al-Q̈aṣaṣ/28:14)

Artinya:

“Dan setelah dia (Musa) dewasa dan sempurna akalnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah (kenabian) dan pengetahuan. Dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Qasas: 14)

Janji Allah untuk menjadikan Musa sebagai salah seorang rasul dari kalangan bani lsrail itu benar. Dan kisahnya bermula dari setelah dia yakni Musa dewasa dan sempurna jasmani dan akalnya, Kami anugerahkan kepadanya hikmah yakni kenabian, kearifan, amal ilmiah dan pengetahuan yakni ilmu amaliah. Dan demikianlah, sebagaimana Kami telah memberi balasan kepada Musa atas ketaatannya, Kami juga akan memberi balasan kepada orang-orang yang selalu berbuat baik.