Skip to main content

وَنَزَعْنَا مِنْ كُلِّ اُمَّةٍ شَهِيْدًا فَقُلْنَا هَاتُوْا بُرْهَانَكُمْ فَعَلِمُوْٓا اَنَّ الْحَقَّ لِلّٰهِ وَضَلَّ عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يَفْتَرُوْنَ ࣖ  ( ٱلْقَصَص: ٧٥ )

wanazaʿnā
وَنَزَعْنَا
dan Kami cabut
min
مِن
dari
kulli
كُلِّ
tiap-tiap
ummatin
أُمَّةٍ
ummat
shahīdan
شَهِيدًا
seorang saksi
faqul'nā
فَقُلْنَا
maka Kami katakan
hātū
هَاتُوا۟
unjukkan/kemukakan
bur'hānakum
بُرْهَٰنَكُمْ
bukti-buktimu
faʿalimū
فَعَلِمُوٓا۟
maka mereka mengetahui
anna
أَنَّ
bahwasanya
l-ḥaqa
ٱلْحَقَّ
kebenaran
lillahi
لِلَّهِ
bagi/kepunyaan Allah
waḍalla
وَضَلَّ
dan sesat/hilang
ʿanhum
عَنْهُم
dari mereka
مَّا
apa
kānū
كَانُوا۟
yang mereka adalah
yaftarūna
يَفْتَرُونَ
mereka ada-adakan

“Wa Naza`nā Min Kulli 'Ummatin Shahīdāan Faqulnā Hātū Burhānakum Fa`alimū 'Anna Al-Ĥaqqa Lillāhi Wa Đalla `Anhum Mā Kānū Yaftarūna.” (al-Q̈aṣaṣ/28:75)

Artinya:

“Dan Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, lalu Kami katakan, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu,” maka tahulah mereka bahwa yang hak (kebenaran) itu milik Allah dan lenyaplah dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan.” (QS. Al-Qasas: 75)

Kaum musyrik tidak dapat menjawab. Oleh karenanya Allah menghadirkan saksi, dan untuk maksud itu, Allah berfirman, "Kami datangkan dari setiap umat seorang saksi, yaitu nabi dan rasul yang dahulu diutus kepada mereka, yang bersaksi atas kedurhakaan yang mereka lakukan di dunia. Lalu pada saat itu, Kami katakan kepada orang-orang yang melanggar di antara mereka, “Kemukakanlah bukti kebenaranmu yang kamu gunakan untuk membenarkan kemusyrikan”. Mereka tidak mampu mendatangkannya, maka dengan segera tahulah dan sadarlah mereka bahwa yang hak, yaitu kebenaran dalam hal ketuhanan dan lain-lain, itu hanya milik Allah dan lenyaplah dari mereka lagi binasa apa, yakni kebohongan-kebohongan, yang dahulu ketika di dunia mereka selalu ada-adakan. Semua itu tidak berguna bagi mereka, dan hanya mendatangkan bahaya dan menjerumuskan mereka ke dalam neraka.