Skip to main content

وَوَصَّيْنَا الْاِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۗوَاِنْ جَاهَدٰكَ لِتُشْرِكَ بِيْ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۗاِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ   ( ٱلْعَنْكَبُوت: ٨ )

wawaṣṣaynā
وَوَصَّيْنَا
dan Kami telah mewasiatkan/mewajibkan
l-insāna
ٱلْإِنسَٰنَ
manusia
biwālidayhi
بِوَٰلِدَيْهِ
dengan/kepada kedua orang tuanya
ḥus'nan
حُسْنًاۖ
kebaikan
wa-in
وَإِن
dan jika
jāhadāka
جَٰهَدَاكَ
keduanya memaksamu
litush'rika
لِتُشْرِكَ
untuk mempersekutukan
بِى
dengan-Ku
مَا
tidak
laysa
لَيْسَ
ada
laka
لَكَ
bagimu
bihi
بِهِۦ
dengannya/tentang itu
ʿil'mun
عِلْمٌ
pengetahuan
falā
فَلَا
maka janganlah
tuṭiʿ'humā
تُطِعْهُمَآۚ
kamu mentaati keduanya
ilayya
إِلَىَّ
kepada-Ku
marjiʿukum
مَرْجِعُكُمْ
tempat kembalimu
fa-unabbi-ukum
فَأُنَبِّئُكُم
lalu akan Aku jelaskan kepadamu
bimā
بِمَا
dengan/tentang apa
kuntum
كُنتُمْ
kalian adalah
taʿmalūna
تَعْمَلُونَ
kamu kerjakan

“Wa Waşşaynā Al-'Insāna Biwālidayhi Ĥusnāan Wa 'In Jāhadāka Litushrika Bī Mā Laysa Laka Bihi `Ilmun Falā Tuţi`humā 'Ilayya Marji`ukum Fa'unabbi'ukum Bimā Kuntum Ta`malūna.” (al-ʿAnkabūt/29:8)

Artinya:

“Dan Kami wajibkan kepada manusia agar (berbuat) kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau patuhi keduanya. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu, dan akan Aku beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Al-'Ankabut: 8)

Setelah ayat-ayat yang lalu menguraikan keniscayaan ujian dan cobaan bagi orang-orang yang beriman, berikut ini disebutkan salah satu contoh tersebut, yaitu di saat kedua orang tua yang dicintai memaksa untuk berbuat syirik dan maksiat lainnya. Berbakti kepada orang tua adalah sebuah kewajiban, tetapi ada batas yang tidak boleh dilanggar. Dan Kami wajibkan kepada manusia agar berbakti dengan berbuat kebaikan sebanyak-banyaknya kepada kedua orang tuanya dan menaati keduanya. Dan jika keduanya bersungguh-sungguh memaksamu untuk mempersekutukan Aku dan atau melakukan kemaksiatan dalam bentuk apa pun, dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, atau tidak dapat diterima oleh akal sehat, maka janganlah engkau patuhi keduanya, karena ketaatan kepada manusia tidak boleh dalam bentuk maksiat atau durhaka kepada Tuhan. Hanya kepada-Ku tempat kembalimu pada hari Kiamat, dan akan Aku beritakan secara rinci kepadamu apa yang telah kamu kerjakan selama di dunia untuk mendapatkan balasan.