Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
فَٱسْتَجَابَ
maka perkenankanlah
لَهُمْ
bagi mereka
رَبُّهُمْ
Tuhan mereka
أَنِّى
sesungguhnya Aku
لَآ
tidak
أُضِيعُ
Aku menyia-nyiakan
عَمَلَ
amal/pekerjaan
عَٰمِلٍ
orang-orang yang beramal
مِّنكُم
diantara kamu
مِّن
dari
ذَكَرٍ
laki-laki
أَوْ
atau
أُنثَىٰۖ
perempuan
بَعْضُكُم
sebagian kamu
مِّنۢ
dari
بَعْضٍۖ
sebagian yang lain
فَٱلَّذِينَ
maka orang-orang yang
هَاجَرُوا۟
(mereka) berhijrah
وَأُخْرِجُوا۟
dan (mereka) diusir
مِن
dari
دِيَٰرِهِمْ
rumah/kampung halamannya
وَأُوذُوا۟
dan mereka disakiti
فِى
di
سَبِيلِى
jalanKu
وَقَٰتَلُوا۟
dan mereka membunuh
وَقُتِلُوا۟
dan mereka dibunuh
لَأُكَفِّرَنَّ
sungguh akan Aku hapus
عَنْهُمْ
dari mereka
سَيِّـَٔاتِهِمْ
kesalahan-kesalahan mereka
وَلَأُدْخِلَنَّهُمْ
dan tentu Ku masukkan mereka
جَنَّٰتٍ
surga
تَجْرِى
mengalir
مِن
dari
تَحْتِهَا
bawahnya
ٱلْأَنْهَٰرُ
sungai-sungai
ثَوَابًا
pahala
مِّنْ
dari
عِندِ
sisi
ٱللَّهِۗ
Allah
وَٱللَّهُ
dan Allah
عِندَهُۥ
di sisiNya
حُسْنُ
sebaik-baik
ٱلثَّوَابِ
pahala

Fāstajāba Lahum Rabbuhum 'Annī Lā 'Uđī`u `Amala `Āmilin Minkum Min Dhakarin 'Aw 'Unthaá Ba`đukum Min Ba`đin Fa-Al-Ladhīna Hājarū Wa 'Ukhrijū Min Diyārihim Wa 'Ūdhū Fī Sabīlī Wa Qātalū Wa Qutilū La'ukaffiranna `Anhum Sayyi'ātihim Wa La'udkhilannahum Jannātin Tajrī Min Taĥtihā Al-'Anhāru Thawābāan Min `Indi Allāhi Wa Allāhu `Indahu Ĥusnu Ath-Thawābi.

Tafsir Bahasa:

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki maupun perempuan, (karena) sebagian kamu adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Maka orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, pasti akan Aku hapus kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, sebagai pahala dari Allah. Dan di sisi Allah ada pahala yang baik.”

(195) Ummi Salamah pernah berkata, "Ya Rasulullah! Saya tidak mendengar Allah menyebut-nyebut perempuan sedikit pun yang berkenaan dengan hijrah." Maka turunlah ayat ini. Atas ketekunan mereka beramal baik, penuh dengan keikhlasan yang dibarengi doa yang sungguh-sungguh, maka Allah memperkenankan permohonan mereka. Dijelaskan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan amal seseorang yang taat dan tidak akan membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan dalam memberi pahala dan balasan, karena kedua jenis ini satu sama lain turun menurunkan, perempuan berasal dari laki-laki dan begitu juga sebaliknya. Oleh karena itu barang siapa hijrah, baik laki-laki maupun perempuan, diusir dari kampung halamannya, disiksa karena ia tekun di jalan Allah, memerangi musuh-musuh Allah yang akhirnya mati syahid, tewas di medan perang, pasti Allah akan menghapuskan segala kesalahannya, mengampuni dosanya dan pasti pula akan masukkan ke dalam surga, merupakan pahala dan balasan dari Dia, sebagai perwujudan doa dari permohonan yang diperkenankan-Nya. Alangkah berbahagia mereka, memperoleh pahala dan balasan dari Allah, karena memang pahala dan balasan yang sebaik-baiknya ialah yang datang dari Allah swt.