Skip to main content

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْقَصَصُ الْحَقُّ ۚ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّا اللّٰهُ ۗوَاِنَّ اللّٰهَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ  ( آلِ عِمْرَان: ٦٢ )

inna
إِنَّ
sesungguhnya
hādhā
هَٰذَا
ini
lahuwa
لَهُوَ
adalah ia
l-qaṣaṣu
ٱلْقَصَصُ
cerita
l-ḥaqu
ٱلْحَقُّۚ
yang benar
wamā
وَمَا
dan tidak
min
مِنْ
dari
ilāhin
إِلَٰهٍ
Tuhan
illā
إِلَّا
kecuali
l-lahu
ٱللَّهُۚ
Allah
wa-inna
وَإِنَّ
dan sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
lahuwa
لَهُوَ
sungguh Dia
l-ʿazīzu
ٱلْعَزِيزُ
Maha Perkasa
l-ḥakīmu
ٱلْحَكِيمُ
Maha Bijaksana

“'Inna Hādhā Lahuwa Al-Qaşaşu Al-Ĥaqqu Wa Mā Min 'Ilahin 'Illā Allāhu Wa 'Inna Allāha Lahuwa Al-`Azīzu Al-Ĥakīmu.” (ʾĀl ʿImrān/3:62)

Artinya:

“Sungguh, ini adalah kisah yang benar. Tidak ada tuhan selain Allah, dan sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. Ali 'Imran: 62)

Ayat selanjutnya menegaskan tentang kebenaran kisah-kisah dalam Al-Qur'an. Sungguh, kisah Isa bin Maryam yang berakhir dengan doa Mubalahah ini dan juga kisah-kisah lain dalam Al-Qur'an adalah kisah atau kumpulan informasi yang memberi petunjuk kepada agama yang benar dan membawanya kepada kebenaran hakiki, sekaligus bukti keesaan Allah yang tidak ada tuhan selain Allah, dan sungguh, Allah bukan saja Mahakuasa tetapi juga Mahaperkasa sehingga tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkan-Nya, Mahabijaksana dalam setiap pengaturan-Nya.