Skip to main content

وَاٰتُوا الْيَتٰمٰىٓ اَمْوَالَهُمْ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيْثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَهُمْ اِلٰٓى اَمْوَالِكُمْ ۗ اِنَّهٗ كَانَ حُوْبًا كَبِيْرًا  ( النساء: ٢ )

waātū
وَءَاتُوا۟
dan berikanlah
l-yatāmā
ٱلْيَتَٰمَىٰٓ
anak-anak yatim
amwālahum
أَمْوَٰلَهُمْۖ
harta-harta mereka
walā
وَلَا
dan janganlah
tatabaddalū
تَتَبَدَّلُوا۟
kamu menukar
l-khabītha
ٱلْخَبِيثَ
yang buruk
bil-ṭayibi
بِٱلطَّيِّبِۖ
dengan yang baik
walā
وَلَا
dan jangan
takulū
تَأْكُلُوٓا۟
kamu makan
amwālahum
أَمْوَٰلَهُمْ
harta-harta mereka
ilā
إِلَىٰٓ
pada
amwālikum
أَمْوَٰلِكُمْۚ
hartamu
innahu
إِنَّهُۥ
sesungguhnya ia/hal itu
kāna
كَانَ
adalah ia
ḥūban
حُوبًا
dosa
kabīran
كَبِيرًا
besar

Wa 'Ātū Al-Yatāmaá 'Amwālahum Wa Lā Tatabaddalū Al-Khabītha Biţ-Ţayyibi Wa Lā Ta'kulū 'Amwālahum 'Ilaá 'Amwālikum 'Innahu Kāna Ĥūbāan Kabīrāan. (an-Nisāʾ 4:2)

Artinya:

Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah dewasa) harta mereka, janganlah kamu menukar yang baik dengan yang buruk, dan janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sungguh, (tindakan menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar. (QS. [4] An-Nisa' : 2)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Ayat berikut ini menjelaskan siapa yang harus dipelihara hak-haknya dalam rangka bertakwa kepada Allah. Dan berikanlah, wahai para wali atau orang yang diberi wasiat mengurus, kepada anak-anak yatim yang sudah dewasa lagi cerdas untuk mengelola harta mereka sendiri yang ada di dalam kekuasaanmu, dan janganlah kamu menukar harta anak yatim yang baik, lalu karena ketamakan kamu mengambil atau menukar harta mereka. Tindakan itu sama halnya menukar yang baik dengan yang buruk. Dan demikian pula, janganlah kamu makan harta mereka bersama hartamu dengan ikut memanfaatkan harta mereka demi kepentingan diri sendiri. Sungguh, tindakan menukar dan memakan itu adalah dosa yang besar. Jika kamu melakukan hal itu, kamu akan mendapat laknat dan murka dari Allah.