Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
أُو۟لَٰٓئِكَ
mereka itu
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
يَعْلَمُ
mengetahui
ٱللَّهُ
Allah
مَا
apa
فِى
di dalam
قُلُوبِهِمْ
hati mereka
فَأَعْرِضْ
maka berpalinglah kamu
عَنْهُمْ
dari mereka
وَعِظْهُمْ
dan berilah mereka pelajaran
وَقُل
dan katakanlah
لَّهُمْ
kepada mereka
فِىٓ
dalam
أَنفُسِهِمْ
diri/jiwa mereka
قَوْلًۢا
perkataan
بَلِيغًا
berbekas

'Ūlā'ika Al-Ladhīna Ya`lamu Allāhu Mā Fī Qulūbihim Fa'a`riđ `Anhum Wa `Ižhum Wa Qul Lahum Fī 'Anfusihim Qawlāan Balīghāan.

Tafsir Bahasa:

Mereka itu adalah orang-orang yang (sesungguhnya) Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatinya. Karena itu berpalinglah kamu dari mereka, dan berilah mereka nasihat, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang membekas pada jiwanya.

(63) Demikianlah kelicikan dari orang-orang munafik, tetapi ayat ini menyatakan dengan tegas bahwa mereka itu adalah orang-orang yang telah diketahui apa yang tersimpan di dalam hati mereka, yaitu sifat dengki dan keinginan untuk melakukan tipu muslihat yang merugikan kaum Muslimin. Oleh karena itu Allah memerintahkan kepada Rasulullah dan kaum Muslimin agar jangan mempercayai mereka dan jangan terpedaya oleh tipu muslihat mereka. Di samping itu hendaklah mereka diberi peringatan dan pelajaran dengan kata-kata yang dapat mengembalikan mereka kepada kesadaran dan keinsafan sehingga mereka bebas dari sifat kemunafikan, dan benar-benar menjadi orang yang beriman.