Skip to main content

فَلَمَّا جَاۤءَهُمْ بِالْحَقِّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا اقْتُلُوْٓا اَبْنَاۤءَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗ وَاسْتَحْيُوْا نِسَاۤءَهُمْ ۗوَمَا كَيْدُ الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ  ( غَافِر: ٢٥ )

falammā
فَلَمَّا
maka ketika
jāahum
جَآءَهُم
dia datang kepada mereka
bil-ḥaqi
بِٱلْحَقِّ
dengan kebenaran
min
مِنْ
dari
ʿindinā
عِندِنَا
sisi kami
qālū
قَالُوا۟
mereka berkata
uq'tulū
ٱقْتُلُوٓا۟
bunuhlah
abnāa
أَبْنَآءَ
anak-anak lelaki
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
āmanū
ءَامَنُوا۟
beriman
maʿahu
مَعَهُۥ
bersama dengan dia
wa-is'taḥyū
وَٱسْتَحْيُوا۟
dan biarkan hidup
nisāahum
نِسَآءَهُمْۚ
perempuan-perempuan mereka
wamā
وَمَا
dan tidaklah
kaydu
كَيْدُ
tipu daya
l-kāfirīna
ٱلْكَٰفِرِينَ
orang-orang kafir
illā
إِلَّا
kecuali
فِى
dalam
ḍalālin
ضَلَٰلٍ
kesesatan

“Falammā Jā'ahum Bil-Ĥaqqi Min `Indinā Qālū Aqtulū 'Abnā'a Al-Ladhīna 'Āmanū Ma`ahu Wa Astaĥyū Nisā'ahum Wa Mā Kaydu Al-Kāfirīna 'Illā Fī Đalālin.” (Ghāfir/40:25)

Artinya:

“Maka ketika dia (Musa) datang kepada mereka membawa kebenaran dari Kami, mereka berkata, “Bunuhlah anak-anak laki-laki dari orang-orang yang beriman bersama dia dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka.” Namun tipu daya orang-orang kafir itu sia-sia belaka.” (QS. Gafir: 25)

Maka ketika dia, Nabi Musa, datang kepada mereka, yakni kepada Fir’aun, Haman, dan Qarun, membawa kebenaran dari Kami, mereka berkata, “Bunuhlah anak-anak laki-laki dari orang-orang yang beriman bersama dia dan juga Musa, dan biarkan hidup perempuan-perempuan mereka untuk dijadikan budak.” Begitulah para pendurhaka mengatur tipu daya, namun tipu daya orang-orang kafir itu pasti akan sia-sia belaka.