Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
سَمَّٰعُونَ
orang-orang yang suka mendengarkan
لِلْكَذِبِ
pada yang bohong
أَكَّٰلُونَ
orang-orang yang banyak memakan
لِلسُّحْتِۚ
bagi yang haram
فَإِن
maka jika
جَآءُوكَ
mereka datang kepadamu
فَٱحْكُم
maka putuskanlah
بَيْنَهُمْ
diantara mereka
أَوْ
atau
أَعْرِضْ
berpalinglah
عَنْهُمْۖ
dari mereka
وَإِن
dan jika
تُعْرِضْ
kamu berpaling
عَنْهُمْ
dari mereka
فَلَن
maka tidak
يَضُرُّوكَ
mereka memudharatkan
شَيْـًٔاۖ
sedikitpun
وَإِنْ
dan jika
حَكَمْتَ
kamu memutuskan
فَٱحْكُم
maka putuskanlah
بَيْنَهُم
diantara mereka
بِٱلْقِسْطِۚ
dengan adil
إِنَّ
sesungguhnya
ٱللَّهَ
Allah
يُحِبُّ
Dia menyukai
ٱلْمُقْسِطِينَ
orang-orang yang berbuat adil

Sammā`ūna Lilkadhibi 'Akkālūna Lilssuĥti Fa'in Jā'ūka Fāĥkum Baynahum 'Aw 'A`riđ `Anhum Wa 'In Tu`riđ `Anhum Falan Yađurrūka Shay'āan Wa 'In Ĥakamta Fāĥkum Baynahum Bil-Qisţi 'Inna Allāha Yuĥibbu Al-Muqsiţīna.

Tafsir Bahasa:

Mereka sangat suka mendengar berita bohong, banyak memakan (makanan) yang haram. Jika mereka (orang Yahudi) datang kepadamu (Muhammad untuk meminta putusan), maka berilah putusan di antara mereka atau berpalinglah dari mereka, dan jika engkau berpaling dari mereka maka mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Tetapi jika engkau memutuskan (perkara mereka), maka putuskanlah dengan adil. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang adil.

(42) Ayat ini sekali lagi menjelaskan sifat-sifat Yahudi yang senang mendengar berita-berita bohong tentang pribadi dan kerasulan Nabi Muhammad saw, untuk menunjukkan bahwa perbuatan orang Yahudi itu selalu didasarkan atas hal-hal yang tidak benar dan bohong; satu sifat yang amat jelek, hina dan merusak. Di samping itu mereka juga banyak menerima uang suap yaitu suatu pemberian dengan maksud untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar. Hal yang demikian telah menjadi salah satu mata pencaharian mereka, terutama penguasa-penguasa. Hukum dipermainkan, yang memegang peranan dan menentukan pada waktu itu ialah suap. Siapa yang kuat memberi uang suap, dialah yang akan menang dalam perkara, sekalipun nyata-nyata ia bersalah. Kalau ada di antara orang-orang Yahudi itu seorang yang tidak senang dan tidak setuju pada perbuatan atasannya yang kotor, lalu ia datang kepada Nabi Muhammad dan meminta diputuskan perkaranya; Rasul boleh memilih, menerima permintaan mereka dan memutuskan perkaranya, atau menolaknya. Mereka tidak akan dapat memberi mudarat sedikit pun kepada Rasul apabila Rasul menolaknya. Apabila Rasul menerima permintaan mereka, maka Rasul harus memutuskan perkara mereka dengan seadil-adilnya sesuai dengan yang telah diperintahkan, sejalan dengan syariat yang dibawa, dan tidak bertentangan dengan Al-Qur'an. Allah senang dan rida kepada orang-orang yang berlaku adil.