Skip to main content

اِتَّبِعْ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنْ رَّبِّكَۚ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ وَاَعْرِضْ عَنِ الْمُشْرِكِيْنَ   ( ٱلْأَنْعَام: ١٠٦ )

ittabiʿ
ٱتَّبِعْ
ikutilah
مَآ
apa
ūḥiya
أُوحِىَ
diwahyukan
ilayka
إِلَيْكَ
kepadamu
min
مِن
dari
rabbika
رَّبِّكَۖ
Tuhanmu
لَآ
tidak ada
ilāha
إِلَٰهَ
Tuhan
illā
إِلَّا
kecuali/selain
huwa
هُوَۖ
Dia
wa-aʿriḍ
وَأَعْرِضْ
dan berpalinglah kamu
ʿani
عَنِ
dari
l-mush'rikīna
ٱلْمُشْرِكِينَ
orang-orang musyrik

“Attabi` Mā 'Ūĥiya 'Ilayka Min Rabbika Lā 'Ilāha 'Illā Huwa Wa 'A`riđ `An Al-Mushrikīna.” (al-ʾAnʿām/6:106)

Artinya:

“Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu (Muhammad); tidak ada tuhan selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.” (QS. Al-An'am: 106)

Sungguh luar biasa wahyu dari Allah, sehingga kaum musyrik pun menuduh Nabi mengambilnya dari sumber lain. Maka wajar kalau Allah memerintahkan kepada Nabi dan kaum mukmin untuk mengikuti wahyu-Nya. Ikutilah apa yang telah diwahyukan Tuhanmu kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia; dan berpalinglah dari orang-orang musyrik, yakni dengan cara tidak mempedulikan gangguan dari mereka.