Skip to main content

لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚوَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَنَا۠ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ   ( الأنعام: ١٦٣ )

لَا
tidak
sharīka
شَرِيكَ
sekutu
lahu
لَهُۥۖ
bagiNya
wabidhālika
وَبِذَٰلِكَ
dan dengan demikian/itulah
umir'tu
أُمِرْتُ
aku diperintahkan
wa-anā
وَأَنَا۠
dan aku
awwalu
أَوَّلُ
pertama
l-mus'limīna
ٱلْمُسْلِمِينَ
orang-orang yang menyerahkan diri

Lā Sharīka Lahu Wa Bidhalika 'Umirtu Wa 'Anā 'Awwalu Al-Muslimīna. (al-ʾAnʿām 6:163)

Artinya:

tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim).” (QS. [6] Al-An'am : 163)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Tidak ada sekutu bagi-Nya dalam bentuk apa pun, karena hal itu mustahil bagi Allah. Dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku, karena inti dari ajaran Islam, yaitu ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi terdahulu, adalah ketauhidan. Dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri atau muslim." Sebagai nabi, beliaulah yang harus mengawal ketauhidan ini sebelum umatnya.