Skip to main content
ARBNDEENIDTRUR
وَهُمْ
dan mereka
يَنْهَوْنَ
(mereka)melarang
عَنْهُ
daripadaNya(Al Quran)
وَيَنْـَٔوْنَ
dan mereka jauhkan
عَنْهُۖ
daripadaNya(Al Quran)
وَإِن
dan jika (dan tidaklah)
يُهْلِكُونَ
mereka membinasakan
إِلَّآ
kecuali
أَنفُسَهُمْ
diri mereka sendiri
وَمَا
dan/sedangkan tidak
يَشْعُرُونَ
mereka menyadari

Wa Hum Yanhawna `Anhu Wa Yan'awna `Anhu Wa 'In Yuhlikūna 'Illā 'Anfusahum Wa Mā Yash`urūna.

Tafsir Bahasa:

Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (Al-Qur'an) dan mereka sendiri menjauhkan diri daripadanya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari.

(26) Ayat ini menjelaskan, bahwa mereka tidaklah berhenti mendustakan ayat-ayat Al-Qur'an dan memandangnya sebagai sihir, bahkan mereka mencegah orang lain mendengarkan serta menghasutnya, agar orang-orang itu tidak tertarik kepada Al-Qur'an yang indah bahasanya dan maknanya yang padat melebihi bahasa penyair-penyair mereka, sehingga pemimpin kaum musyrik itu merasa khawatir terhadap pengaruh gaya bahasa Al-Qur'an itu kepada pendengarnya. Mereka menyadari bahwa kesempatan untuk memperhatikan ayat Al-Qur'an itu berarti kesempatan untuk menanggapi mukjizatnya, karena itulah mereka menghalangi orang lain. Di samping mencegah orang lain, mereka sendiri menjauhkan diri dari Al-Qur'an, untuk menunjukkan bahwa mereka sangat menentangnya dan untuk menguatkan larangan mereka. Meskipun orang-orang musyrik telah berdaya upaya dengan pelbagai cara untuk memadamkan cahaya Islam, mereka tidak akan berhasil. Bahkan Allah menyatakan pada akhir ayat ini, bahwa tindakan mereka bukanlah menghancurkan Islam tetapi menghancurkan mereka sendiri tanpa mereka sadari. Peringatan akan kehancuran mereka ini beberapa tahun kemudian terbukti kebenarannya dalam pelbagai peperangan dan kemenangan di pihak Rasulullah.