Skip to main content

مِمَّا خَطِيْۤـٰٔتِهِمْ اُغْرِقُوْا فَاُدْخِلُوْا نَارًا ەۙ فَلَمْ يَجِدُوْا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اَنْصَارًا  ( نُوح: ٢٥ )

mimmā
مِّمَّا
dari apa/disebabkan
khaṭīātihim
خَطِيٓـَٰٔتِهِمْ
kesalahan-kesalahan mereka
ugh'riqū
أُغْرِقُوا۟
mereka ditenggelamkan
fa-ud'khilū
فَأُدْخِلُوا۟
lalu mereka dimasukkan
nāran
نَارًا
api/neraka
falam
فَلَمْ
maka
yajidū
يَجِدُوا۟
mereka tidak mendapatkan
lahum
لَهُم
bagi mereka
min
مِّن
dari
dūni
دُونِ
selain
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
anṣāran
أَنصَارًا
penolong

“Mimmā Khaţī'ātihim 'Ughriqū Fa'udkhilū Nārāan Falam Yajidū Lahum Min Dūni Allāhi 'Anşārāan.” (Nūḥ/71:25)

Artinya:

“Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.” (QS. Nuh: 25)

Allah menyambut doa Nabi Nuh dan menjelaskan mengapa mereka disiksa. Disebabkan oleh kesalahan-kesalahan mereka, maka mereka ditenggelamkan oleh banjir besar yang dikirim Allah kepada para pendurhaka itu, lalu segera setelah Kiamat datang mereka dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.