Skip to main content

فَاِنْ كُنْتَ فِيْ شَكٍّ مِّمَّآ اَنْزَلْنَآ اِلَيْكَ فَسْـَٔلِ الَّذِيْنَ يَقْرَءُوْنَ الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَاۤءَكَ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّكَ فَلَا تَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَۙ  ( يُونُس: ٩٤ )

fa-in
فَإِن
maka jika
kunta
كُنتَ
adalah kamu
فِى
dalam
shakkin
شَكٍّ
keraguan
mimmā
مِّمَّآ
dari apa yang
anzalnā
أَنزَلْنَآ
Kami turunkan
ilayka
إِلَيْكَ
kepadamu
fasali
فَسْـَٔلِ
maka tanyakanlah
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
yaqraūna
يَقْرَءُونَ
(mereka) membaca
l-kitāba
ٱلْكِتَٰبَ
Kitab
min
مِن
dari
qablika
قَبْلِكَۚ
sebelum kamu
laqad
لَقَدْ
sesungguhnya
jāaka
جَآءَكَ
telah datang kepadamu
l-ḥaqu
ٱلْحَقُّ
kebenaran
min
مِن
dari/termasuk
rabbika
رَّبِّكَ
Tuhanmu
falā
فَلَا
maka jangan
takūnanna
تَكُونَنَّ
sekali-kali kamu adalah
mina
مِنَ
dari
l-mum'tarīna
ٱلْمُمْتَرِينَ
orang-orang yang ragu-ragu

“Fa'in Kunta Fī Shakkin Mimmā 'Anzalnā 'Ilayka Fās'ali Al-Ladhīna Yaqra'ūna Al-Kitāba Min Qablika Laqad Jā'aka Al-Ĥaqqu Min Rabbika Falā Takūnanna Mina Al-Mumtarīna.” (al-Yūnus/10:94)

Artinya:

“Maka jika engkau (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelummu. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu.” (QS. Yunus: 94)

Setelah dijelaskan bahwa perselisihan yang terjadi pada Bani Israil adalah setelah datangnya pengetahuan sebagaimana tersebut dalam kitab Taurat, lalu ditegaskan kepada Nabi Muhammad agar tidak meragukan wahyu yang diturunkan kepadanya. Maka jika engkau wahai Nabi Muhammad, berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, seperti kisah Nabi Nuh, Musa, dan lainnya, maka tanyakanlah kepada orang yang membaca kitab sebelummu, yakni ulama Yahudi dan Nasrani yang mempelajari Taurat dan Injil. Sungguh, telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, wahai Nabi Muhammad, maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu.