Skip to main content

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖٓ اِنِّيْ لَكُمْ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ۙ  ( هُود: ٢٥ )

walaqad
وَلَقَدْ
dan sesungguhnya
arsalnā
أَرْسَلْنَا
Kami telah mengutus
nūḥan
نُوحًا
Nuh
ilā
إِلَىٰ
kepada
qawmihi
قَوْمِهِۦٓ
kaumnya
innī
إِنِّى
sesungguhnya aku
lakum
لَكُمْ
bagi kalian
nadhīrun
نَذِيرٌ
pemberi peringatan
mubīnun
مُّبِينٌ
yang nyata

“Wa Laqad 'Arsalnā Nūĥāan 'Ilaá Qawmihi 'Innī Lakum Nadhīrun Mubīnun.” (Hūd/11:25)

Artinya:

“Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), “Sungguh, aku ini adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu,” (QS. Hud: 25)

Setelah menjelaskan ciri dan sifat-sifat orang mukmin dan orang kafir ketika mendapat seruan Al-Qur'an, serta kesudahan dari kedua golongan itu, selanjutnya Allah menceritakan kisah Nabi Nuh ketika menyeru kaumnya untuk mengikuti risalah Allah. Dan sungguh, Kami telah mengutus Nabi Nuh kepada kaumnya untuk menyampaikan risalah kepada mereka seraya dia berkata, "Sungguh, aku ini adalah pemberi peringatan adanya siksa neraka yang nyata bagi kalian, serta pemberi penjelasan yang nyata menuju jalan keselamatan yang dapat menghindarkan kalian dari azab yang pedih."