Skip to main content

وَسَخَّرَ لَكُمُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَۙ وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۗوَالنُّجُوْمُ مُسَخَّرٰتٌۢ بِاَمْرِهٖ ۗاِنَّ فِي ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَۙ  ( ٱلنَّحْل: ١٢ )

wasakhara
وَسَخَّرَ
dan Dia menundukkan
lakumu
لَكُمُ
bagi kalian
al-layla
ٱلَّيْلَ
malam
wal-nahāra
وَٱلنَّهَارَ
dan siang
wal-shamsa
وَٱلشَّمْسَ
dan matahari
wal-qamara
وَٱلْقَمَرَۖ
dan bulan
wal-nujūmu
وَٱلنُّجُومُ
dan bintang-bintang
musakharātun
مُسَخَّرَٰتٌۢ
ditundukkan
bi-amrihi
بِأَمْرِهِۦٓۗ
dengan perintahNya
inna
إِنَّ
sesungguhnya
فِى
didalam/pada
dhālika
ذَٰلِكَ
demikian
laāyātin
لَءَايَٰتٍ
sungguh tanda-tanda
liqawmin
لِّقَوْمٍ
bagi kaum
yaʿqilūna
يَعْقِلُونَ
mereka berakal/memahami

“Wa Sakhkhara Lakum Al-Layla Wa An-Nahāra Wa Ash-Shamsa Wa Al-Qamara Wa An-Nujūmu Musakhkharātun Bi'amrihi 'Inna Fī Dhālika L'āyātin Liqawmin Ya`qilūna.” (an-Naḥl/16:12)

Artinya:

“Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu, dan bin-tang-bintang dikendalikan dengan perintah-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang mengerti,” (QS. An-Nahl: 12)

Dia pula yang telah menundukkan malam sehingga menjadi gelap agar kamu dapat beristirahat, dan menundukkan siang sehingga menjadi terang agar kamu dapat berkarya. Allah pula yang telah menundukkan matahari yang menghangatkan dan menyinari bumi, dan menundukkan bulan untukmu agar dapat kamu jadikan pedoman penanggalan dan perhitungan. Dan bintang-bintang di langit dikendalikan dengan perintahNya untuk kemaslahatan kamu. Sungguh, pada yang demikian itu, yaitu penundukan dan pengendalian tersebut, benar-benar terdapat tanda-tanda yang nyata tentang keesaan dan kekuasaan Allah bagi orang yang mengerti.