Skip to main content

ذٰلِكَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚقَوْلَ الْحَقِّ الَّذِيْ فِيْهِ يَمْتَرُوْنَ   ( مَرْيَم: ٣٤ )

dhālika
ذَٰلِكَ
demikian
ʿīsā
عِيسَى
Isa
ub'nu
ٱبْنُ
putera
maryama
مَرْيَمَۚ
Maryam
qawla
قَوْلَ
perkataan
l-ḥaqi
ٱلْحَقِّ
benar
alladhī
ٱلَّذِى
yang
fīhi
فِيهِ
didalamnya
yamtarūna
يَمْتَرُونَ
mereka perselisihkan

“Dhālika `Īsaá Abnu Maryama Qawla Al-Ĥaqqi Al-Ladhī Fīhi Yamtarūna.” (Maryam/19:34)

Artinya:

“Itulah Isa putra Maryam, (yang mengatakan) perkataan yang benar, yang mereka ragukan kebenarannya.” (QS. Maryam: 34)

Demikianlah proses kelahiran Isa dan tanggapannya atas keraguan Bani Israil. Pada ayat ini, Allah lalu menerangkan kedudukannya sebagai hamba Allah. Itulah sifat dan ucapan Isa putra Maryam yang mengungkap semuanya dengan perkataan yang benar. Namun demikian, kaum Yahudi itu tetap tidak memercayainya karena menganggapnya sebagai hal yang tidak wajar dan merupakan bukti yang mereka ragukan kebenarannya, kendati semuanya merupakan fakta yang sangat nyata.