Skip to main content

وَقَاتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ   ( ٱلْبَقَرَة: ١٩٠ )

waqātilū
وَقَٰتِلُوا۟
dan perangilah
فِى
di
sabīli
سَبِيلِ
jalan
l-lahi
ٱللَّهِ
Allah
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
yuqātilūnakum
يُقَٰتِلُونَكُمْ
(mereka) memerangi kamu
walā
وَلَا
dan jangan
taʿtadū
تَعْتَدُوٓا۟ۚ
kamu melampaui batas
inna
إِنَّ
sesungguhnya
l-laha
ٱللَّهَ
Allah
لَا
tidak
yuḥibbu
يُحِبُّ
Dia menyukai
l-muʿ'tadīna
ٱلْمُعْتَدِينَ
orang-orang yang melampaui batas

“Wa Qātilū Fī Sabīli Allāhi Al-Ladhīna Yuqātilūnakum Wa Lā Ta`tadū 'Inna Allāha Lā Yuĥibbu Al-Mu`tadīna.” (al-Baq̈arah/2:190)

Artinya:

“Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al-Baqarah: 190)

Dan perangilah di jalan Allah, untuk membela diri dan kehormatan agamamu, orang-orang yang memerangi kamu, tetapi jangan melampaui batas dengan tidak membunuh wanita, anak-anak, orang lanjut usia, tuna netra, lumpuh, dan orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan perang. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas dengan melanggar etika perang tersebut.