Skip to main content

نَحْنُ اَعْلَمُ بِمَا يَقُوْلُوْنَ اِذْ يَقُوْلُ اَمْثَلُهُمْ طَرِيْقَةً اِنْ لَّبِثْتُمْ اِلَّا يَوْمًا ࣖ  ( طه: ١٠٤ )

naḥnu
نَّحْنُ
Kami
aʿlamu
أَعْلَمُ
lebih mengetahui
bimā
بِمَا
dengan apa
yaqūlūna
يَقُولُونَ
mereka katakan
idh
إِذْ
ketika
yaqūlu
يَقُولُ
berkata
amthaluhum
أَمْثَلُهُمْ
semisal mereka/seorang diantara mereka
ṭarīqatan
طَرِيقَةً
jalan
in
إِن
tidaklah
labith'tum
لَّبِثْتُمْ
kamu berdiam
illā
إِلَّا
melainkan
yawman
يَوْمًا
sehari

“Naĥnu 'A`lamu Bimā Yaqūlūna 'Idh Yaqūlu 'Amthaluhum Ţarīqatan 'In Labithtum 'Illā Yawmāan.” (Ṭāʾ Hāʾ/20:104)

Artinya:

“Kami lebih mengetahui apa yang akan mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya mengatakan, “Kamu tinggal (di dunia), tidak lebih dari sehari saja.”” (QS. Taha: 104)

Allah Maha Mendengar perkataan makhluk-Nya. Kami lebih mengetahui dari siapa saja tentang apa yang mereka katakan, walaupun dengan cara berbisik. Demikian pula ketika orang yang paling lurus jalannya diantara mereka, yaitu mereka yang ucapannya paling mendekati kebenaran, berkata, “Kamu tidak hidup dan tinggal di dunia melainkan hanyalah sehari saja.”