Skip to main content

وَاجْعَلْ لِّيْ وَزِيْرًا مِّنْ اَهْلِيْ ۙ  ( طه: ٢٩ )

wa-ij'ʿal
وَٱجْعَل
dan jadikanlah
لِّى
untukku
wazīran
وَزِيرًا
seorang pembantu
min
مِّنْ
dari
ahlī
أَهْلِى
keluargaku

“Wa Aj`al Lī Wazīrāan Min 'Ahlī.” (Ṭāʾ Hāʾ/20:29)

Artinya:

“dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,” (QS. Taha: 29)

Sesudah memohon penyempurnaan dirinya, Nabi Musa memohon pengukuhan diri melalui keluarganya. Dia berkata, “Wahai Tuhanku, dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku guna meringankan tugasku menyampaikan risalah-Mu. Aku berharap Engkau mengangkat Harun, saudaraku, sebagai penyokongku. Teguhkanlah kekuatanku dalam berdakwah dengan adanya dia di sampingku, dan jadikanlah dia teman dalam urusanku menyampaikan risalah kepada Fir‘aun dan kaumnya.