Skip to main content

لَاهِيَةً قُلُوْبُهُمْۗ وَاَسَرُّوا النَّجْوَىۖ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْاۖ هَلْ هٰذَآ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْۚ اَفَتَأْتُوْنَ السِّحْرَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ   ( الأنبياء: ٣ )

lāhiyatan
لَاهِيَةً
dalam keadaan lalai
qulūbuhum
قُلُوبُهُمْۗ
hati mereka
wa-asarrū
وَأَسَرُّوا۟
dan mereka merahasiakan
l-najwā
ٱلنَّجْوَى
pembicaraan
alladhīna
ٱلَّذِينَ
orang-orang yang
ẓalamū
ظَلَمُوا۟
(mereka) zalim
hal
هَلْ
apakah/bukankah
hādhā
هَٰذَآ
ini
illā
إِلَّا
melainkan/hanyalah
basharun
بَشَرٌ
seorang manusia
mith'lukum
مِّثْلُكُمْۖ
seperti kamu
afatatūna
أَفَتَأْتُونَ
apakah kamu datang/menerima
l-siḥ'ra
ٱلسِّحْرَ
sihir
wa-antum
وَأَنتُمْ
dan kalian
tub'ṣirūna
تُبْصِرُونَ
kamu melihat

Lāhiyatan Qulūbuhum Wa 'Asarrū An-Najwaá Al-Ladhīna Žalamū Hal Hādhā 'Illā Basharun Mithlukum 'Afata'tūna As-Siĥra Wa 'Antum Tubşirūna. (al-ʾAnbiyāʾ 21:3)

Artinya:

Hati mereka dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zhalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, “(Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerima sihir itu padahal kamu menyaksikannya?” (QS. [21] Al-Anbiya' : 3)

1 Tafsir Ringkas Kemenag

Hati mereka dalam keadaan lalai dari Al-Qur’an, sibuk dengan kehi-dupan dunia yang tak bermakna. Mereka tidak memikirkan pesan Al-Qur’an. Dan orang-orang yang zalim di antara pemuka Quraisy itu merahasiakan pembicaraan mereka, yang menggambarkan penolakan mereka beriman kepada Nabi Muhammad, “Orang ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia juga seperti kamu. Apakah kamu menerima sihir Muhammad itu, ayat-ayat Al-Qur’an, padahal kamu menyaksikan bahwa yang diucapkannya itu benar-benar sihir?”