Skip to main content

وَلَىِٕنْ مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَابِ رَبِّكَ لَيَقُوْلُنَّ يٰوَيْلَنَآ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ   ( ٱلْأَنْبِيَاء: ٤٦ )

wala-in
وَلَئِن
dan jika
massathum
مَّسَّتْهُمْ
menimpa mereka
nafḥatun
نَفْحَةٌ
hembusan (sedikit)
min
مِّنْ
dari
ʿadhābi
عَذَابِ
azab
rabbika
رَبِّكَ
Tuhanmu
layaqūlunna
لَيَقُولُنَّ
tentulah mereka berkata
yāwaylanā
يَٰوَيْلَنَآ
betapa celakanya kami
innā
إِنَّا
sesungguhnya kami
kunnā
كُنَّا
adalah kami
ẓālimīna
ظَٰلِمِينَ
orang-orang yang zalim

“Wa La'in Massat/hum Nafĥatun Min `Adhābi Rabbika Layaqūlunna Yā Waylanā 'Innā Kunnā Žālimīna.mp'>(Al-'Anbyā '; .” (al-ʾAnbiyāʾ/21:46)

Artinya:

“Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, “Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri).”” (QS. Al-Anbiya': 46)

Orang-orang kafir ketika hidup di dunia bersikap sombong, keras kepala, dan menantang azab Allah, tetapi di akhirat ketika mereka sadar, mereka menyesali perbuatannya. Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, di dalam neraka, pastilah mereka berkata, dengan sangat menyesal, “Celakalah kami, berada dalam azab yang pedih! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi diri sendiri dengan tidak beriman, sombong, keras kepala, dan menantang azab Allah.”