Skip to main content

فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ   ( ٱلْأَنْبِيَاء: ٥٨ )

fajaʿalahum
فَجَعَلَهُمْ
maka dia menjadikan mereka
judhādhan
جُذَٰذًا
hancur berpotong-potong
illā
إِلَّا
kecuali
kabīran
كَبِيرًا
yang terbesar
lahum
لَّهُمْ
bagi mereka
laʿallahum
لَعَلَّهُمْ
agar mereka
ilayhi
إِلَيْهِ
kepadanya
yarjiʿūna
يَرْجِعُونَ
mereka kembali

“Faja`alahum Judhādhāan 'Illā Kabīrāan Lahum La`allahum 'Ilayhi Yarji`ūna.” (al-ʾAnbiyāʾ/21:58)

Artinya:

“Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.” (QS. Al-Anbiya': 58)

Sumpah Ibrahim tidak hanya dalam hati, tetapi benar-benar dilaksanakannya. Maka dia menghancurkan berhala-berhala itu berkeping-keping hingga patung-patung itu tidak berbentuk lagi, kecuali yang terbesar, induknya, agar mereka kembali mempertanyakan argumentasi mereka mempertahankan penyembahan benda-benda mati itu kepadanya, yakni patung-patung itu.